
Air
Panas ini terletak di desa Penatahan Kecamatan Penebel + 13 km dari
Kota Tabanan ke Utara 34 km dari Denpasar dengan panorama alam yang
indah dan dikanan kirinya dilatarbelakangi oleh sawah yang
berundak-undak. Mata air panas ini berada di tepi sungai Yeh Ho dan air
panas Penatahan oleh masyarakat di kenali dengan nama Yeh Panes.
Berdasarkan hasil penelitian dari laboratorium Departemen Kesehatan, air
panas ini sangat baik untuk mandi karena mengandung belerang dan
mineral lainnya yang sangat baik untuk menyembuhkan penyakit kulit.

keindahan
alam ataupun keajaiban alam yang ada di Bali, membuat para investor
ataupun pengusaha berniat mengembangkan objek wisata yang alami dan
membuatnya menjadi tempat wisata yang mampu memberikan kesan yang
berbeda. Apalagi di jaman sekarang ini, sudah banyak tanah-tanah ataupun
ruang kosong yang dirombak dijadikan kota metropolitan. Sehingga cagar
alam ataupun kehidupan yang lestari dan alami semakin berkurang.
Adapun tempat wisata yang kami kunjungi di salah satu Kabupaten yang
ada di Bali, yaitu kabupaten Tabanan tepatnya di Desa Penatahan
Kecamatan Penebel. Yang memiliki keunikan tersendiri yaitu dengan adanya
air panas alami yang keluar dari bawah pohon beringin dan dari dalam
pura yang disebut dengan objek wisata Air Panas Penatahan ( Penatahan
Hot Spring).

air panas penatahan merupakan tempat yang indah dan damai, dengan
alamnya yang masih lestari, hijau dan segar, serta dengan keadaan
geografisnya yang berbukit-bukit yang memberikan pemandangan yang indah
nan permai. Disamping itu, bila kita melihat sekitarnya maka tampaklah
alam yang mempesona, dengan terasering dan persawahan disertai dengan
padinya yang menguning, yang kesemuanya itu dapat kita lihat pada
sepanjang sungai Ho ini. Pada lokasi Yeh Panes, akan dijumpai air terjun
dengan anginnya yang segar dan tak kalah pentingnya sumber air panas
yang muncul di tengah pura/dibawah pohon beringin yang berkhasiat dapat
menyembuhkan penyakit kulit dan sekarang disekitarnya dibuatkan Natural
Hot Springs & Spa yang dikelola profesional. Dengan dilatarbelakangi
oleh Gunung Watukaru yang membiru membuat suasana Yeh Panes menjadi
sejuk dan nyaman, semua itu sangat cocok untuk berekreasi (bersantai)
untuk menghilangkan semua masalah.
air panas penatahan berasal dari pura
Menurut penjaga disana, sumber air panas Yes Panas Penatahan berasal
dari tengah pura dan di bawah pohon beringin. Tahun diketemukannya
sumber air panas ini tak diketahui dengan jelas. Hanya saja, masyarakat
sekitar telah puluhan tahun memanfaatkan air panas yang keluar dari
bawah pura itu sebagai obat penyakit kulit.
Pada umumnya Yeh Panes atau air panas di Bali ini berasal dari gunung
berapi. Tapi, Yeh Panes Penatahan ini lain daripada yang lain. Tempat
ini jauh sekali dengan gunung berapi. Ada tiga gunung tidak aktif yang
masuk di dalam Kabupaten Tabanan, yaitu Sanghyang, Watukaru, dan Mangu.
Sementara gunung yang aktif adalah Batur di Kintamani yang letaknya jauh
sekali dari Penebel. Jadi di sini murni berasal dari bawah pura, hal
ini dikemukan oleh penjaga yang menempati objek wisata tersebut.
Adapun cerita rakyat yang mendukung kepercayaan masyarakat disana
bahwa dahulu ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan “Penulisan”
dengan rajanya bernama Jaya Wikramayang pada saat itu dalam keadaan
menderita sakit kulit yang sangat parah. Atas himbauan Patih Agus Satya
Wacana, beliau disarankan untuk berobat ke Pedukuhan “Lampah” pada
seorang dukuh yang bernama Ki Dukuh Tangkas. Padukuhan ini terletak di
sebelah Utara Hutan Rajeg Uru (yang sekarang diberi nama Desa Jegu) di
pinggir Sungai Ho. Dalam perjalanan beliau menuju hutan atau ke
Padukuhan Lampah, beliau digoda oleh seekor kera di Hutan Rajeg Uru itu.
Setelah diselidiki ternyata kera tersebut adalah among-among atau kera
kesayangan Ki Dukuh Tangkas. Setelah Ki Dukuh Tangkas mengetahui maksud
dan tujuan sang Raja maka Ki Dukuh mengajarkan pengobatan yang bernama
“Usadha Bhakti” atau “Usadha Bhaktam”, dengan jalan meditasi atau
bersemadhi. Pada suatu hari yang baik, Sang Raja dengan didampingi oleh
Ki Dukuh duduk bersila dan melakukan semadhi dan atas kekuatan bathin
dan waranugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa maka dari dalam tanah
menyemburlah air panas, dan kemudian atas petunjuk Ki Dukuh, Sang Raja
disarankan untuk mandi setiap Kajeng Kliwon Uwu dan sampai mendapatkan
kesembuhan.
Karena ketekunan dan keyakinan Sang Raja serta dengan doa yang khusuk
hingga terjadi suatu keajaiban yaitu keluarlah semburan air panas yang
diyakini sebagai obat menyembuhkan penyakit Sang Raja. Dan sebagai
ucapan terimakasih Sang Raja kepada Tuhan Yang Maha Esa maka ditempat
itu didirikan sebuah Pura yang bernama Pura “We Brahma” atau “Toya
Anget”. Dan tempat Pesraman (Pedukuhan) tersebut oleh para siswa dan
seperti sentana Ki Dukuh didirikan Tugu Peringatan berupa tempat suci
yang diberi nama “Pura Lampah” di sebelah Timur Yeh Panes sekarang.
Selanjutnya pengikut Sang Raja dan Ki Dukuh menyebar ke Barat Laut
kemudian Banjarnya diberi nama “Bangkiang Sidem” yang artinya Sang Raja
telah sembuh, diberi nama “Penatahan” yang berarti perjalanan beliau
lancar