Rabu, 03 April 2013

CANDI DASA BALI


Candi Dasa adalah kawasan wisata pantai yang terletak di desa Candi Dasa, kecamatan Manggis, kabupaten Karangasem dan berjarak sekitar 80 km dari Denpasar. Keberadaan pantai Candi Dasa tidak sebagus pantai-pantai lain di Bali karena sebagian pantainya rusak oleh ombak-ombak Selat Badung yang tergolong besar, sehingga pantai ini dilindungi pengaman yang terbuat dari beton yang dikenal dengan krib. Namun Candi Dasa memiliki pemandangan alam yang sangat menawan di mana setiap pengunjung dapat menikmati fenomena sunset dan sunrise Pesona alam menjelang matahari tenggelam di kawasan wisata ini tidak kalah menarik dengan pantai Kuta. Bahkan terlihat lebih menarik karena pada saat sunset, matahari akan terlihat lebih bulat yang terbenam di antara bukit dan laut sekitar Candi Dasa. Ketika matahari benar-benar telah terbenam, masih memancarkan warna kemerahan di langit. Pada pagi hari, pemandangan matahari terbit tidak akan terlihat langsung di Candi Dasa karena tertutup beberapa bukit yang berada di sebelah timur kawasan wisata ini. Untuk dapat menikmati sunrise sebaiknya berjalan menuju ke arah Tanjung Iri, yang masih termasuk kawasan wisata Candi Dasa yang berada di sebelah timur.
Di kawasan wisata Candi Dasa banyak terdapat fasilitas akomodasi untuk wisatawan yang harganya relatif murah dan hampir keseluruhannya berada di dekat pantai. Pada umumnya hotel-hotel di Candi Dasa adalah hotel berkelas melati namun ada juga beberapa hotel berbintang. Karena harga penginapan relatif murah, sebagian besar wisatawan yang berkunjung memilih tinggal lebih lama (long stay). Dengan waktu menetap yang lebih lama, kawasan wisata ini menjadi tempat yang strategis dan dekat dengan beberapa obyek wisata lain kabupaten Karangasem seperti Tirta Gangga, Taman Ujung, Tulamben, Amed, Tenganan, dan bisa juga menyeberang ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
Selain memiliki pemandangan alam yang begitu mempesona, Candi Dasa memiliki beberapa daratan kecil yang khas di lepas pantai yang jaraknya sekitar 200 meter dari pantai. Daratan-daratan tersebut diberi nama Gili Biaha dan Gili Mempang, yang satu sama lain berjarak sekitar 100 meter dan bentuknya seperti tebing yang bertemu langsung dengan laut. Daratan yang paling besar adalah Gili Biaha yang luasnya sekitar 3 are dan menjadi tempat yang cocok untuk kegiatan snorkeling karena memiliki pemandangan bawah laut yang sangat menawan. Pemandangan lain yang dapat dinikmati adalah Lotus Lagoon yaitu berupa danau buatan yang berada di tengah-tengah areal wisata Candi Dasa dan letaknya bersebelahan dengan pantai. Danau buatan ini luasnya sekitar 50 x 50 meter persegi yang di tengahnya terdapat daratan kecil yang ditumbuhi beberapa pohon ketapang dan beringin serta 4 buah patung kecil yang mengelilinginya. Hal lain yang membuat kawasan wisata ini terkenal hingga mancanegara adalah sebagai tempat untuk belajar yoga. Di Candi Dasa terdapat ashram, sebuah tempat bagi umat Hindu dan juga terbuka untuk kalangan umum yang diberi nama Ashram Candi Dasa. Ashram ini merupakan salah satu dari ashram yang dimiliki Gedong Gandhi Ashram di Bali yang terletak di desa Candi Dasa, yang didirikan sejak tahun 1976 dan mengajarkan ajaran Mahatma Gandhi, tokoh anti kekerasan dari India.

DESA AMED

Desa Amed Memiliki keindahan pantai dengan sunrise-nya, juga kehidupan bawah laut menawarkan tempat yang bagus untuk latihan diving atau menyelam. Disana ada danau di pinggir pantai yang datar yang baik untuk latihan, serta batu karang yang dapat dicapai dengan berenang selama 5 menit. Di sini bagus untuk snorkeling dan juga diving, daerah ini berkembang karena keindahan lautnya. Akses ke lokasi dari bandara sekitar 2.5 jam perjalanan dengan mobil.
Amed terletak adalah pantai di ujung timur pulau Bali, di  Desa Amed, Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Banyak fasilitas-fasilitas penting pariwisata seperti restaurant, hotel dan bungalow di sini. Kehidupan masyarakat di sini pada umumnya adalah nelayan. Suasana pedesaan yang kental, tradisi masih asli belum terpengaruh budaya asing, keramah-tamahan masih kental, keindahan matahari terbit / sunrise di pagi hari, sambil menikmati makan pagi, akan menambah suasana eksotik selama liburan / wisata di Bali.
Brine Rice Terrace View: Perjalanan menuju AmedDengan pantai berpasir hitam, keadaan air yang sangat jernih, biota laut yang beragam, kehidupan terumbu karang yang terjaga kelestariannya, kehangatan airnya konstan tidak berubah-ubah, maka snorkeling dan diving di sini sangat diminati oleh kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Kalau terus berjalan menyusuri objek wisata pantai Amed anda akan bertemu dengan desa Jemeluk dan menemukan kepingan-kepingan kecil dan taman coral yang paling indah yang pernah anda lihat.
Photo :: Amed

AIR PANAS PENATAHAN / HOT SPRING PENATAHAN

  Air Panas ini terletak di desa Penatahan Kecamatan Penebel + 13 km dari Kota Tabanan ke Utara 34 km dari Denpasar dengan panorama alam yang indah dan dikanan kirinya dilatarbelakangi oleh sawah yang berundak-undak. Mata air panas ini berada di tepi sungai Yeh Ho dan air panas Penatahan oleh masyarakat di kenali dengan nama Yeh Panes. Berdasarkan hasil penelitian dari laboratorium Departemen Kesehatan, air panas ini sangat baik untuk mandi karena mengandung belerang dan mineral lainnya yang sangat baik untuk menyembuhkan penyakit kulit.
keindahan alam ataupun keajaiban alam yang ada di Bali, membuat para investor ataupun pengusaha berniat mengembangkan objek wisata yang alami dan membuatnya menjadi tempat wisata yang mampu memberikan kesan yang berbeda. Apalagi di jaman sekarang ini, sudah banyak tanah-tanah ataupun ruang kosong yang dirombak dijadikan kota metropolitan. Sehingga cagar alam ataupun kehidupan yang lestari dan alami semakin berkurang.
Adapun tempat wisata yang kami kunjungi di salah satu Kabupaten yang ada di Bali, yaitu kabupaten Tabanan tepatnya di Desa Penatahan Kecamatan Penebel. Yang memiliki keunikan tersendiri yaitu dengan adanya air panas alami yang keluar dari bawah pohon beringin dan dari dalam pura yang disebut dengan objek wisata Air Panas Penatahan ( Penatahan Hot Spring).

air panas penatahan merupakan tempat yang indah dan damai, dengan alamnya yang masih lestari, hijau dan segar, serta dengan keadaan geografisnya yang berbukit-bukit yang memberikan pemandangan yang indah nan permai. Disamping itu, bila kita melihat sekitarnya maka tampaklah alam yang mempesona, dengan terasering dan persawahan disertai dengan padinya yang menguning, yang kesemuanya itu dapat kita lihat pada sepanjang sungai Ho ini. Pada lokasi Yeh Panes, akan dijumpai air terjun dengan anginnya yang segar dan tak kalah pentingnya sumber air panas yang muncul di tengah pura/dibawah pohon beringin yang berkhasiat dapat menyembuhkan penyakit kulit dan sekarang disekitarnya dibuatkan Natural Hot Springs & Spa yang dikelola profesional. Dengan dilatarbelakangi oleh Gunung Watukaru yang membiru membuat suasana Yeh Panes menjadi sejuk dan nyaman, semua itu sangat cocok untuk berekreasi (bersantai) untuk menghilangkan semua masalah.

air panas penatahan berasal dari pura
Menurut penjaga disana, sumber air panas Yes Panas Penatahan berasal dari tengah pura dan di bawah pohon beringin. Tahun diketemukannya sumber air panas ini tak diketahui dengan jelas. Hanya saja, masyarakat sekitar telah puluhan tahun memanfaatkan air panas yang keluar dari bawah pura itu sebagai obat penyakit kulit.
Pada umumnya Yeh Panes atau air panas di Bali ini berasal dari gunung berapi. Tapi, Yeh Panes Penatahan ini lain daripada yang lain. Tempat ini jauh sekali dengan gunung berapi. Ada tiga gunung tidak aktif yang masuk di dalam Kabupaten Tabanan, yaitu Sanghyang, Watukaru, dan Mangu. Sementara gunung yang aktif adalah Batur di Kintamani yang letaknya jauh sekali dari Penebel. Jadi di sini murni berasal dari bawah pura, hal ini dikemukan oleh penjaga yang menempati objek wisata tersebut.
Adapun cerita rakyat yang mendukung kepercayaan masyarakat disana bahwa dahulu ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan “Penulisan” dengan rajanya bernama Jaya Wikramayang pada saat itu dalam keadaan menderita sakit kulit yang sangat parah. Atas himbauan Patih Agus Satya Wacana, beliau disarankan untuk berobat ke Pedukuhan “Lampah” pada seorang dukuh yang bernama Ki Dukuh Tangkas. Padukuhan ini terletak di sebelah Utara Hutan Rajeg Uru (yang sekarang diberi nama Desa Jegu) di pinggir Sungai Ho. Dalam perjalanan beliau menuju hutan atau ke Padukuhan Lampah, beliau digoda oleh seekor kera di Hutan Rajeg Uru itu. Setelah diselidiki ternyata kera tersebut adalah among-among atau kera kesayangan Ki Dukuh Tangkas. Setelah Ki Dukuh Tangkas mengetahui maksud dan tujuan sang Raja maka Ki Dukuh mengajarkan pengobatan yang bernama “Usadha Bhakti” atau “Usadha Bhaktam”, dengan jalan meditasi atau bersemadhi. Pada suatu hari yang baik, Sang Raja dengan didampingi oleh Ki Dukuh duduk bersila dan melakukan semadhi dan atas kekuatan bathin dan waranugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa maka dari dalam tanah menyemburlah air panas, dan kemudian atas petunjuk Ki Dukuh, Sang Raja disarankan untuk mandi setiap Kajeng Kliwon Uwu dan sampai mendapatkan kesembuhan.
Karena ketekunan dan keyakinan Sang Raja serta dengan doa yang khusuk hingga terjadi suatu keajaiban yaitu keluarlah semburan air panas yang diyakini sebagai obat menyembuhkan penyakit Sang Raja. Dan sebagai ucapan terimakasih Sang Raja kepada Tuhan Yang Maha Esa maka ditempat itu didirikan sebuah Pura yang bernama Pura “We Brahma” atau “Toya Anget”. Dan tempat Pesraman (Pedukuhan) tersebut oleh para siswa dan seperti sentana Ki Dukuh didirikan Tugu Peringatan berupa tempat suci yang diberi nama “Pura Lampah” di sebelah Timur Yeh Panes sekarang. Selanjutnya pengikut Sang Raja dan Ki Dukuh menyebar ke Barat Laut kemudian Banjarnya diberi nama “Bangkiang Sidem” yang artinya Sang Raja telah sembuh, diberi nama “Penatahan” yang berarti perjalanan beliau lancar

DESA ADAT PENGLIPURAN









Budaya - Desa Adat Penglipuran
aktivitas sehari-hari penduduk desa dalam bercocok tanam, seorang penduduk desa pulang dari kegiatannya dari sawah.


Desa adat Penglipuran berlokasi pada kabupaten Bangli yang berjarak 45 km dari kota Denpasar, Desa adat yang juga menjadi objek wisata ini sangat mudah dilalui. Karena letaknya yang berada di Jalan Utama Kintamani – Bangli. Desa Penglipuran ini juga tampak begitu asri, keasrian ini dapat kita rasakan begitu memasuki kawasan Desa. Pada areal Catus pata yang merupakan area batas memasuki Desa Adat Penglipuran, disana terdapat Balai Desa, fasilitas masyarakat dan ruang terbuka untuk pertamanan yang merupakan areal selamat datang.








] Budaya - Desa Adat Penglipuran
Seorang nenek yang menjual hasil kebunnya ke pengunjung, hasil kebun ini tergantung musim dan buahnya. Jadi jangan heran setiap kali kita kesana nenek ini menjual berbagai macam aneka buah.


Desa ini merupakan salah satu kawasan pedesaan di Bali yang memiliki tatanan yang teratur dari struktur desa tradisional, perpaduan tatanan tradisional dengan banyak ruang terbuka pertamanan yang asri membuat desa ini membuat kita merasakan nuansa Bali pada dahulu kala. Penataan fisik dan struktur desa tersebut tidak lepas dari budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat Adat Penglipuran dan budaya masyarakatnya juga sudah berlaku turun temurun. Keunggulan dari desa adat penglipuran ini dibandingkan dengan desa-desa lainnya di Bali adalah, Bagian depan rumah serupa dan seragam dari ujung utama desa sampai bagian hilir desa. Desa tersusun sedemikian rapinya yang mana daerah utamanya terletak lebih tinggi dan semakin menurun sampai kedaerah hilir. Selain bentuk depan yang sama, adanya juga keseragaman bentuk dari bahan untuk membuat rumah tersebut. Seperti bahan tanah untuk tembok dan untuk bagian atap terbuat dari penyengker dan bambu untuk bangunan diseluruh desa.
Karena Desa Penglipuran terletak didataran yang agak tinggi, suasana terasa cukup sejuk. Selain suasana pertamanan yang asri tetapi juga sangat ramahnya penduduk desa terhadap tamu yang datang. Banyak wisatawan yang datang dapat menikmati suasana desa dan masuk kerumah mereka untuk melihat kerajinan – kerajinan yang penduduk desa buat. Sehingga untuk tinggal berlama lama disini sangatlah menyenangkan.







 Budaya - Desa Adat Penglipuran
Suasana disore hari, setelah penduduk banyak beraktivitas bercocok tanam. mereka kumpul dan duduk-duduk didepan rumah mereka


Desa Adat Penglipuran ini termasuk desa yang banyak melakukan acara ritual, sehingga banyak sekali acara yang diadakan didesa ini seperti pemasangan dan penurunan odalan, Galungan dll. Memang Saat yang sangat tepat untuk datang kedesa ini adalah pada acara tersebut berlangsung, sehingga kita dapat melihat langsung keunikan dan kekhasan dari desa penglipuran ini. Walaupun anda tidak sempat datang pada saat acara tersebut diatas, anda dapat menikmati suasana desa pada sore hari. Karena pada saat sore umumnya penduduk desa keluar rumah setelah selesai melakukan aktifitas rutin mereka dipagi dan siang hari, merek keluar untuk berkumpul bersama sama penduduk desa yang lain dan para pria pada saat sore hari mengeluarkan ayam jago kesayangan mereka dan tidak jarang mereka melakukan tajen/adu ayam tetapi tanpa pisau dikakinya. Sambil menunggu datangnya senja anda dapat menikmati Bubur Ayam diwarung Pak Made yang sangat bersih dan murah meriah dan berbaur bersama penduduk desa adat penglipuran merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan

Senin, 25 Maret 2013

KHASIAT RAMUAN DAUN SIRSAK




Daripada harus repot melakukan kemoterapi ganti saja dengan daun sirsak. Pertanyaan tersebut saat ini sudah banayk dilontarkan oleh para dokter kepada para pasiennya yang terkena kanker atau tumor. Selain biayanya mahal, masa penyembuhannya juga lama. Bagian tanaman sirsak yang digunakan untuk membuat ramuan daun sirsak dan menimpas kanker adalah daunnya. Caranya adalah dengan merebus 21 helai daun sirsak dengan 3 gelas air kemudian mengonsumsinya dua kali sehari, yaiu dapat  mengobati maag dan ambeien. Caranya hanya cukup mengonsumsi buah sirsak sebanyak 1 buah pada pagi dan sore hari.
Sudah banyak orang yang membuktikan keampuhan ramuan daun sirsak. Seorang wanita yang berdomisili di Jakarta, didiagnosis menderita kanker payudara stadium II. Dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi. Spontan wanita ini menolak. Dan ia nendapat informasi berharga bahwa daun sirsak dapat mengatasi masalah kanker payudaranya. Usahanya pun membuahkan hasil. Dengan mengonsumsi rebusan daun sirsak dan melakukan hipnoterapi selama dua bulan, sakit di payudaranya berangsur-angsur menghilang. Sudah sembuh sekitar 60-70%,tinggal memasuki masa pemulihan  payudara yang kulitnya masih berkerut sepert kulit jeruk.
Kadang pasien yang memiliki uang lebih memilih melakukan pengobatan kemoterapi untuk mengatasi penyakit kankernya ketimbang meminum ramuan daun sirsak, karena konon lebih ilmiah walaupun sangat sakit dan menderita dan mereka mampu membayar mahal. Tapi bagi rakyat kecil yang tidak mampu membayar biaya pengobatan yang mahal, kini ada alternative pengobatan yang tidak ada ruginya dicoba selain murah juga mudah di dapat. Dosis yang pernah dicoba adalah 10 helai daun sirsak yang telah hijau tua, direbus dengan 3 gelas air (600 cc) dan diabiarkan hingga tersisa stau gelas air (200 cc). Setelah adem, lalu disaring dan diminumsetiap pagi, ada beberapa pasien yang minum pagi-sore.
ramuan daun dan buah sirsak
Efeknya perut akan terasa hangat/panas, lalu badan berkeringat deras. Perlu diingat bahwa obat herbal ini tidak ‘ces-pleng’artinya setelah diminum rutin selama 3-4 minggu efeknya baru kelihatan. Kondisi pasien membaik, bisa beraktifitas kembali, dan setelah diperiksa lab/dokterternyata sel-sel kankernya mongering, sementara sel-sel lain yang umbuh (rambut, kuku, dll) sama sekali tidak terganggu. Di internet sudah banyak testimony tentang para pasien yang mencoba pengobatan alternative ini. Selain itu, sudah ada beberapa perusahaan yang menjual obat Graviola ini dalam bentuk kapsul, sehingga lebih mudah dan praktis dipakai.
Untuk pencegahan kanker disarankanmakan atau minum jus buah sirsak. Untuk penyembuhan disarankan :
  1. Rebus 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) ke dalam 3 gelas air dan direbus hingga menguap dan air tinggal 1 gelas saja
  2. Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke [enderita setiap hari 2 kali.